Blog

  • Fashion Revolution Week Bali is Back!!

    March 29, 2022

    Tahun lalu, Tri Upcycle bersama Slow Fashion Bali berhasil mengadakan kegiatan Swap Party dan Thrift Market di Bali. Keberhasilan tersebut menginspirasi kami untuk membuat acara yang sama tahun 2022 ini untuk memperingati kampanye “Fashion Revolution Week”. 

     

     

    Sepanjang bulan April 2022, kamu dapat mengikuti berbagai event menarik sesuai dengan ketertarikan lho!! Mulai dari kompetisi recycle-upcycle fashion sampai dengan pre-loved vintage fair. Penasaran dengan informasi lengkap acara-acara di Fashion Week Revolution 2022 ini? Yuk simak penjelasan berikut ini: 

    Upcycle-Recycle Fashion Design Competition Bali 2022

    Kami ingin menyebarkan pesan bahwa kita tidak harus membeli baju baru untuk terlihat trendi. Dengan menggunakan kreativitas semata, kita bisa merubah baju lama menjadi sesuatu yang baru dan trendi sambil melestarikan lingkungan secara bersamaan!

     

    Dalam kompetisi ini, kami ingin KAMU upcycle baju lama kamu menjadi produk fesyen yang terlihat trendi sesuai dengan karakter kamu! Kamu bebas berkreasi! Buatlah produk-produk yang bermanfaat dari baju lama yang sudah tidak terpakai atau sudah rusak, seperti kaos yang sudah buluk, gaun yang sudah tidak trend lagi, atau celana yang sudah robek.

     

    Kamu dapat menyerahkan hasil kreasi kamu paling lambat hari Kamis, 21 April 2022, pukul 11.59 pm WITA (Deadline). Kamu boleh mendaftarkan lebih dari satu kreasi.

     


  • 5 Rekomendasi Kado Valentine Ramah Lingkungan

    February 13, 2022

    Hari Valentine merupakan hari yang ditunggu-tunggu di bulan Februari untuk menyampaikan rasa sayang kepada orang spesial. Tidak hanya kepada pacar, ini kesempatan bagus untuk menunjukkan “cinta” kepada teman, keluarga, dan juga Bumi. Diperingati setiap tanggal 14 Februari, banyak orang sudah mempersiapkan kado spesial sebelum tanggal tersebut. 


    Kami masih bingung mencari kado Valentine yang cocok untuk orang terkasihmu dan juga ramah lingkungan untuk Bumi? Trimin punya jawaban untuk permasalahan tersebut. Berikut 5 rekomendasi Kado Valentine yang ramah lingkungan dan tentunya menarik:

    1. Bunga Segar


    Source: Saskara Bloom

    Siapa yang sudah tidak asing lagi dengan pilihan kado bunga ini, bunga memang sudah menjadi pilihan pasti jika memikirkan tentang hari Valentine. Kamu bisa memberikan buket bunga yang didekorasikan dengan kertas daur ulang ataupun natural wrap seperti daun pisang. Buker bungan ini tidak hanya cantik tapi juga ramah lingkungan karena mudah terurai karena terbuat dari bahan natural


    1. Cokelat Fair Trade


    Source: Pod Chocolate Bali 


    Cokelat merupakan salah satu hadiah valentine yang sering diberikan kepada orang terkasih. Tapi tahukah kamu, industri cokelat memiliki dampak sosial dan lingkungan melebihi harga sebenernya? Industri cokelat seringkali indentik dengan permasalahan penggundulan hutan, peker anak, ataupun kerja paksa yang bersumber tidak etis. Yuk pelajari lebih lengkap darimana perusahaan cokelat favoritmu mengolah setiap batang cokelat. Salah satu cokelat yang menjadi rekomendasi Trimin adalah Pod Chocolate Bali yang ditanam dan diolah langsung oleh petani lokal Bali. Sudahkah kalian mencoba cokelatnya?


    1. Surat Digital 

    Bagi kamu yang suka menulis surat atau puisi, pilihan surat digital ini akan sangat cocok untukmu. Kamu dapat menulis kado surat digitalmu melalui editing app seperti canva dan mendekorasikannya sesuai dengan keinginanmu dan karakteristik orang terkasihmu. Kamu dapat langsung mengirimkan surat digital tersebut melalui WhatsApp, email, atau media sosial. Selain memberikan kesan kreatif, kamu juga dapat mengurangi penggunaan kertas sekali pakai dan mampu menyelematkan pohon.

    1. Menanam Pohon


    Source: Tri Upcycle


    Memberikan kado berupa barang merupakan hal yang sudah biasa. Kamu bisa mencoba menanam sebuah pohon di hutan Indonesia bersama orang terkasih dan memberikan nama kalian di pohon tersebut. Tenang, penanaman pohon sekarang bisa dilakukan secara online loh!! Tri Upcycle bekerjasama dengan Lindungi Hutan membuat kampanye penananam pohon di Kalimantan. Hanya bermodal 15 ribu rupiah kamu sudah bisa menanam pohon di hutan Kalimantan. Langsung daftarkan dirimu untuk mengikuti kampanye ini melalui link ini. Atau kamu juga bisa membeli produk Tri Upcycle mulai dari aksesoris fesyen sampai homeware dan secara otomatis kamu akan menanam sebuah pohon melalui setiap pembelian yang berhasil. Lihat koleksi produk Tri Upcycle disini.


    1. Tri Hampers


    Source: Tri Upcycle


    Selama masa pandemi, kado sehat yang bisa menjaga kesehatan orang terkasih sangatlah penting. Hampers sehat dan ramah lingkungan cocok menjadi pilihan kado valentinemu. Berisikan snack dan minuman sehat serta organik mampu meningkatkan daya tahan orang terkasihmu setiap hari. Ditambah pilihan produk Tri Upcycle yang sudah dikurasi untuk tema Valentine dan terbuat dari bahan daur ulang akan memberikan tampilan fesyen yang cantik dan tentunya ramah lingkungan. Kamu dapat melihat koleksi Tri Hampers disini. Psstt Tri Hampers ini tersedia dengan stok terbatas. So make sure you have your from now!!! 


    Nah itu tadi 5 rekomendasi kado valentine yang ramah lingkungan dari Trimin untuk merayakan hari Valentinemu bersama orang terkasih. Yuk bagikan rasa kasih sayang tidak hanya untuk orang terdekat kamu tetapi juga kepada lingkungan. Selamat hari Valentine Tribe!!!


  • Su-re.co Merayakan 2021 dengan Berbagai Pencapaian

    January 18, 2022

    Bali, Indonesia – su-re.co adalah sebuah perusahaan think-do-be-tank yang bergerak di bidang lingkungan yang berada di Bali. Menutup akhir tahun 2021, su-re.co menandai pertumbuhan dan kolaborasi bersama berbagai mitra penting pada proyek yang saat ini sedang berjalan melalui suksesnya kegiatan “Sixth Sustainability and Resilience Workshop and Second Student Symposium” yang diadakan dengan Green School Bali. Setelah lebih dari enam tahun su-re.co berdiri, tahun 2021 menjadi salah satu tahun terpenting dalam mengembangkan teknologi biogas dan ini menjadi bukti nyata dari peningkatan su-re.co selama setahun terakhir.

     

    Think-Tank

    The Sixth Sustainability & Resilient workshop
    The Sixth Sustainability & Resilient workshop

    “Sixth Sustainability and Resilience Workshop” adalah bagian dari rangkaian workshop tahunan su-re.co yang bertujuan untuk berkontribusi pada proses pembuatan kebijakan Indonesia dan Nationally Determined Contribution (NDC) dengan menjelaskan proyek su-re.co yang sedang berjalan, yaitu - LANDMARC, TIPPING+, dan Biogas Initiative with Carbon OffsetWorkshopyang berlangsung pada 28 Oktober 2021 ini dihadiri oleh 133 perwakilan dari pemerintah pusat dan daerah, BUMN, LSM, peneliti internasional, dan organisasi masyarakat sipil. Narasumber pada workshop ini adalah Takeshi Takama (CEO su-re.co) dan I Wayan Susi Dharmawan (Pusat Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan). Selain itu, acara ini juga diisi dengan panel diskusi interaktif bersama tujuh orang panelis: Zainal Arifin (Wakil Presiden Eksekutif bidang Teknik dan Teknologi, PTPLN), Marlistya Citraningrum (Manajer Program IESR), Wilistra Danny (Kepala Sekretariat LCDI, BAPPENAS), J. David Tàbara (Koordinator Proyek TIPPING+), Pilar Martin Gallego (Ilmuwan Penelitian dan Pengembangan di AMBIENTA), Eva Alexandri (Manajer Teknis Ekonometrika Cambridge), dan Moritz Laub (Peneliti di Sustainable Agroecosystems ETH Zurich).


    Para Peneliti di su-re.co
    Para Peneliti di su-re.co

    Dua Proyek Komisi Eropa, TIPPING+ dan LANDMARC, yang telah berjalan selama hampir 18 bulan, masing-masing mengidentifikasi masa depan transformasi energi dan peluang mitigasi penggunaan lahan di Indonesia. “Visi dari sistem energi didorong oleh tiga pendorong utama, yaitu ketersediaan sumber daya dan teknologi serta intervensi kebijakan. Lebih khusus lagi, hal ini berfokus pada bagaimana interaksi tersebut akan mengarah pada inovasi yang mendorong situasi saat ini menuju pemanfaatan energi bersih”, papar Cynthia Ismail, peneliti di su-re.co yang memimpin studi kasus TIPPING+ di Indonesia. Pada proyek LANDMARC, su-re.co telah memvalidasi portofolio LMT (Land-based Mitigation Technologies and Practices), skenario pemodelan, serta kolaborasi dan diseminasi dari studi kasus yang dilakukan di Indonesia. Jenny Lieu selaku Manajer Proyek LANDMARC, menekankan, “Kolaborasi pengetahuan dari mereka yang bekerja dengan pemilik tanah, petani, kebijakan pemerintah, pembuat kebijakan membutuhkan  dukungan secara intensif. Saya terkesan dengan diskusi komprehensif mengenai NDC yang melampaui topik seputar lahan. Saya berharap untuk melihat lebih banyak kolaborasi seperti ini.”

     

    Do-Tank 

    Pemasangan Biogas di Kintamani, Bali
    Pemasangan Biogas di Kintamani, Bali


    Selain komitmen su-re.co dalam kolaborasi berkelanjutan antara pemangku kepentingan di sektor energi bersih dan penggunaan lahan, su-re.co juga aktif dalam pengembangan dan instalasi biogas. Pada tahun 2021, su-re.co telah menyelaraskan proyeknya dalam pengembangan biogas untuk mendukung target COP26 dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) non-karbon dioksida (metana) dan menekankan pentingnya Solusi Berbasis Alam (Nature based solution). Sejak Agustus 2021, melalui hibah yang diberikan oleh GIZ bernama IKI Small Grant, inisiatif biogas su-re.co telah mengeksplorasi potensi pengurangan emisi GRK dari penggunaan pupuk sintetis, kotoran hewan, dan penggunaan kayu bakar. Dalam hal menjual carbon offset, su-re.co sedang mengembangkan teknologi blockchain untuk memotong biaya sertifikasi yang tergolong mahal dan menciptakan sebuah sistem yang mandiri bagi petani. Tim Do-Engineering juga telah memasang biogas di Kintamani, daerah tertinggi di Bali. Pada Desember 2021, su-re.co telah memasang biogas di Desa Catur, yang terkenal dengan komoditas kopi arabika Kintamani di Indonesia. Pak Pulih dan Pak Dadang, dua dari 3500 petani anggota MPIG Kintamani (Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis), tidak menyangka dengan kemudahan memasang dan mengoperasikan biogas su-re.co, yang terpenting hasil lain dari biogas dapat berguna sebagai pupuk organik bagi sistem pertanian secara gratis.

    Tim DO-Business kami pun telah berkolaborasi dengan berbagai mitra di seluruh Indonesia untuk menambah akses pasar petani dalam menjual produk kopi & coklat. Selain itu, kami baru saja meluncurkan produk Kenari dan olahan Kenari yang bekerjasama dengan Sinar Hijau Venture dalam memberdayakan hasil pertanian dari petani di Maluku. Kami membawa produk cerdas-iklim lebih dekat dengan semua kalangan.

     

    Be-Tank

    The Second Student Symposium

    The Second Student Symposium

     

    Tidak ada yang boleh tertinggal dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan – itulah salah satu nilai SDG. su-re.co mengundang lebih banyak komunitas untuk belajar tentang penelitian dan bisnis keberlanjutan dengan menerapkannya secara langsung bagi mereka sendiri dan orang lain. Kolaborasi yang dilakukan termasuk pelatihan secara daring dan program pendidikan untuk siswa sekolah dasar dan perguruan tinggi di Indonesia dan Jepang. Green School Bali mempercayai keahlian yang dimiliki oleh su-re.co dalam mengorganisir pembelajaran mengani SDG dan membawa lebih banyak peluang proyek keberlanjutan. Oleh karena itu, dari Juli hingga Desember 2021, su-re.co dengan penuh semangat mendukung banyak kunjungan lapangan dan kegiatan kelas untuk merangsang pemahaman siswa dan guru Green School Bali melalui proyek pengembangan lingkungan dan masyarakat yang interaktif. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi dasar-dasar penelitian, visioning dan backcasting, proyek penyaluran air, kelas kakao dan kopi, proyek pengembangan biogas, dan mengadakan acara amal dengan mitra su-re.co. Salah satu yang menarik adalah Second Student Symposium yang dipimpin oleh siswa Green School Bali. Kegiatan ini menampilkan pencapaian  para siswa dan keterlibatan pemuda dalam upaya perubahan iklim. Simposium diakhiri dengan kegiatan focus group discussion yang dipimpin para siswa tentang perspektif pemuda dan sektor pendidikan terhadap transisi energi terbarukan, penyeimbangan karbon dengan teknologi blockchain dan manajemen penggunaan lahan.

    Selain acara yang dipimpin oleh para siswa, su-re.co juga melibatkan petani untuk secara aktif menyelenggarakan acara dalam pendidikan iklim dan secara berkelanjutan memelihara biogas dan memaksimalkan penggunaannya. Untuk mendukung lebih banyak petani, su-re.co telah memfasilitasi Sekolah Lapang Iklim (SLI)  dalam 10 tahun terakhir dengan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) setempat. Bermitra dengan Rikolto pada tahun 2021, su-re.co mengadakan lokakarya SLI dan pengelolaan limbah untuk 40 petani di Jambi dan Flores untuk meningkatkan pemahaman petani dan penyuluh tentang informasi cuaca dan iklim untuk lebih beradaptasi dengan dampak perubahan iklim pada pertanian dan perkebunan.

    SLI juga didukung oleh tim bisnis su-re.co yang berkelanjutan. Selain proyek dan pelatihan, su-re.co juga menghasilkan produk cerdas-iklim dari petani mereka di Flores dan Bali. Produk-produk ini dijual secara online dan di toko-toko di Bali. Produk su-re.co meliputi kopi (su-re.coffee), coklat (su-re.cocoa), kacang kenari kering dan biji vanili kering (lihat lebih lanjut di https:// www.su-re.co/things-we-make ). Produk-produk ini diproduksi menggunakan praktik pertanian cerdas-iklim dan hasil penjualan bertujuan untuk mendukung kegiatan pelatihan dan pemberian hadiah bagi petani. Kami menyelenggarakan SLI untuk memberdayakan pertanian lokal dan memberikan biogas kepada petani lokal sebagai sebuah gift yang dapat menghasilkan energi bersih dan pupuk organik.

    Proyek penelitian, pengembangan biogas, pelatihan keberlanjutan dan produk cerdas-iklim sangat terbuka dengan kolaborasi dari berbagai pihak dari peneliti, pemangku kepentingan dan organisasi. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Sustainability and Resilience (su-re.co) melalui email info@su-re.co.

     

    Tentang su-re.co

    Ragam Aktivitas di su-re.co

    Ragam Aktivitas di su-re.co

    Ragam Aktivitas di su-re.co

    Ragam Aktivitas di su-re.co
     

    Didirikan pada tahun 2015, su-re.co (PT. Sustainability and Resilience) adalah perusahaan think-do-be tank yang bergerak di bidang lingkungan dan berbasis di Bali, Indonesia. Perusahaan ini didirikan oleh Dr. Takeshi Takama yang mendapatkan gelar PhD dari Universitas Oxford, Associate Researcher dari Stockholm Environment Institute, dan memiliki pengalaman penelitian selama lebih dari 20 tahun. Sebagai Think-Tank dengan latar belakang ilmiah dan perencanaan strategis, su-re.co telah melakukan penelitian dan proyek konsultasi terkait energi, penggunaan lahan, biogas, mata pencaharian yang terkait dengan masalah perubahan iklim bersama lembaga-lembaga internasional, termasuk ADB, JICA, IRENA, GIZ, UNDP, UNIDO, SEI dll. Sebagai Do-Tank, su-re.co juga mengembangkan bisnis melalui pemasaran produk-produk cerdas iklim (yaitu su-re.coffee, su-re.cocoa, kenari, vanilla dan rempah-rempah) dari petani lokal di Indonesia – dengan sebagian pendapatan dikembalikan kepada petani dalam bentuk pemasangan biogas gratis dan kegiatan Sekolah Lapangan Iklim (SLI) untuk petani. Sebagai Be-Tank, su-re.co memberikan edukasi untuk membantu sektor publik dan swasta bekerja bahu-membahu dalam mengatasi perubahan iklim melalui diskusi tingkat tinggi dan pelatihan keberlanjutan kepada berbagai kalangan seperti siswa/i dari sekolah dasar hingga mahasiswa/i perguruan tinggi, organisasi lokal dan internasional, serta lembaga pemerintahan. Hubungi kami lebih lanjut melalui email info@su-re.co atau Instagram @su_re.co atau situs web www.su-re.co.


  • Sustainable Community in Today’s World

    September 24, 2021

    Throw back to  23 July 2021,  we were invited to participate in BV C&E-Talk by Bukit Vista with the theme of “Sustainable Community in Today’s World”. Bukit Vista is a property management startup that provides hospitality services for villas, apartments and homestays in Bali and Yogyakarta. Accompanied by other professional speakers from the R.O.L.E. Foundation, Piet Van Zyl (Sustainability Advisor), Annisa Fauziah from Tri Upcycle, we share previous experiences and knowledge of sustainability and empower the audience to become more aware of environmental issues. 

    We are interested in participating in this event because we desire to inspire many people to follow our mission to encourage people, especially the young generation, to be aware of conscious consumerism and make a greener planet by planting more trees. Also, we realize that Bukit Vista and Tri Upcycle have similar target markets, which are entrepreneurs in the hospitality industry. It provides new opportunities to inspire every actor in the hospitality industry to implement sustainable hospitality, for example, donating their retired bed linens to Tri Upcycle. 

    During the session, we have discovered several different topics starting from organization funds to the impact of COVID19. Regarding the competition to get the funding to sustain the business, Anissa encourages people to see competition as an excellent way to push people to be innovative in creating unique products and ask the competitor to collaborate, which resulted in more powerful impacts. Piet also agrees that we don’t really need to fight if we have a similar goal because there are still many issues that we should tackle together. Every organization has a specific niche market to focus on. 

    Regarding the COVID19 issues, we face similar impacts with R.O.L.E. Foundation, which makes us unable to operate the business and distribute the social mission for all the beneficiaries. However, we both agree that COVID19 provided the environment to recover from several pollutants such as reducing travel carbon emissions, single-used plastics, and climate change. Additionally, it also provides us with the opportunity to step back and be innovative to survive this pandemic by pivoting several aspects. For example, Tri Upcycle changes the target market to the local young generation, and R.O.L.E. Foundation changes the support activities by making Jammu and recycles the paper waste. 

    Encouraging local people to be aware of environmental issues is not an easy job because Indonesians are still at a very low-eco-conscious level toward the environment. They still have another basic need to be fully filled. That’s why Annisa loves to encourage the local communities with a fun approach, such as creating the swap party and upcycling workshop. On the other hand, Piet has a different approach by directly showing how to save the environment in daily life to the local communities, such as composting organic waste. 

    BV C&E-Talk Participants

    We hope that participating in this B.V. &E-Talk Event by Bukit Vista can inspire more people to become conscious consumers and start making small changes that automatically create an impact. We hope that people are more aware of the environmental issues, especially in the fabric waste and hospitality industry. We believe that we still have a long journey to follow and create a better chance. Let’s work together to create a beautiful place to live that’s not only for us but also for our next generations because “If not us, then who?”






  • 6 Produk daur ulang dari berbagai Brand asal Bali

    September 3, 2021
    6 Produk daur ulang dari berbagai Brand asal Bali image

    Apa itu produk daur ulang

    Siapa yang tak kenal dengan Pulau Bali? Pulau yang sering dianggap sebagai surga kecil di Indonesia ini terkenal memiliki pemandangan dan budaya yang indah. Selain itu, Pulau Bali juga sering dianggap sebagai gudangnya para seniman yang kreatif.

    Daur ulang adalah proses menjadikan bahan sisa atau bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mengurangi limbah dam menjadi produk ramah lingkungan. Dengan melesatnya pertumbuhan berbagai macam industri yang seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen, berbanding lurus dengan tercemarnya lingkungan. Limbah dari sisa produksi ataupun barang bekas yang hanya digunakan beberapa kali oleh konsumen, memunculkan permasalahan baru, yaitu sampah yang menggunung dan mencemari berbagai aspek lingkungan seperti air, udara, tanah dan makhluk hidup.

    Riset dari Sustainable Waste Indonesia (SWI) mengungkapkan daur ulang sampah plastik di Indonesia masih tergolong kecil yaitu di bawah angka 10 persen. Daur ulang sampah hanya tiga persen.

    Maka dari itu, daur ulang dapat menjadi solusi yang tepat dalam mengatasi permasalahan limbah, terutama di Indonesia

    Manfaat produk daur ulang

    1. Pengurangan Limbah Tempat Pemrosesan Akhir

    Manfaat daur ulang yang paling jelas adalah berkurangnya limbah di tempat Pemrosesan akhir. Salah satu manfaat utama dari daur ulang, dari skala pribadi hingga perusahaan, adalah membantu mengurangi jumlah timbunan sampah yang menumpuk di pusat-pusat pelayanan sampah TPA.

    Akibatnya, resiko kebocoran gas alam, bahan kimia beracun, dan zat berbahaya lainnya ke ekosistem lokal berkurang. Memastikan bahwa lingkungan lokal tetap bersih dan aman bagi mereka yang tinggal di dekat tempat pembuangan limbah sangatlah penting.

    2. Membantu Konservasi Sumber Daya Alam

    Manfaat daur ulang, dalam skala nasional dan internasional, membantu meningkatkan kehidupan dan habitat masyarakat dan satwa liar. Yaitu dengan mengurangi jumlah kayu, air dan mineral yang digunakan dalam proses manufaktur.

    Hutan tidak ditebang untuk menyediakan kertas baru ketika kertas daur ulang digunakan sebagai gantinya, dan penanaman kembali pohon didorong di daerah yang sebelumnya menyediakan sumber kertas.

    3. Hemat Energi

    Manfaat daur ulang ternyata juga mengurangi penggunaan energi total di seluruh planet ini. Energi yang digunakan untuk membuat produk baru tidak diperlukan saat bahan daur ulang digunakan.

    Menggunakan bahan daur ulang dalam proses pembuatan berarti bahwa bahan mentah tidak diproses sejauh yang diperlukan sebelumnya, karena bahan daur ulang mungkin sudah dimurnikan ke tingkat yang sesuai untuk diproses lebih lanjut untuk membuat produk baru.

    4. Mengurangi Emisi Rumah Kaca

    Manfaat daur ulang juga berkontribusi dalam melawan perubahan iklim. Perubahan iklim menjadi perhatian para pemimpin di seluruh dunia, dan cara apa pun untuk mengurangi ketergantungan pada emisi gas rumah kaca akan sangat menentukan ekonomi dan ekologi planet ini di masa depan.

    Menggunakan bahan daur ulang pada tingkat industri untuk pembuatan dan pemrosesan membuat bahan murni tidak diperlukan, dan ketergantungan pada produksi bahan baru secara bertahap berkurang karena teknologi baru dan inovatif yang digunakan dalam proses daur ulang modern.

    Usaha produk ramah lingkungan yang ada di bali dan berbagai bahan yang digunakan

    Di Bali ada banyak sekali usaha yang berfokus pada teknik daur ulang limbah. Trimin akan membahas beberapa usaha yang menggunakan berbagai jenis bahan produk daur ulang seperti kain, plastik, kaca, kertas, kaleng, kayu, hingga karet. Yuk, simak nama-nama usaha di bawah ini!

    Tri Upcycle - Daur ulang kain

    Bicara soal daur ulang dari Bali, tentunya Tri Upcycle wajib disebut sebagau salah satu usaha sosial yang mendaur ulang limbah tekstil atau kain menjadi aksesoris fesyen dan homeware yang cantik dan kreatif. Tidak hanya itu, Tri Upcycle selalu menggaungkan kampanye konsumsi bijak dan bercita-cita menghijaukan Indonesia dengan cara menanam pohon untuk setiap penjualan produknya. Psst.. kamu juga bisa membuat produk custom sesuai dengan keinginanmu, lho!


    Foto Bandana Tri Upcycle Custom Peta Bali

    Dua Kala - Daur ulang plastik

    Usaha ini mendaur ulang plastik untuk menjadi produk dengan fungsi dan nilai lebih dari produk aslinya—dari limbah botol plastik bisa mereka buat menjadi card holder, tatakan, hingga bingkai kacamata dan anting-anting yang manis!



    Foto contoh produk seteleh hasil daur ulang dari plastik


    Love Life Studio
     - Daur ulang kaca

    Di Love LIfe Studio kamu bisa mendaur ulang berbagai jenis limbah kaca. Dengan berbagai alat seperti pemotong kaca, mesin sandblast dan amplas, botol wine yang sudah pecah bisa disulap menjadi gelas yang tampak baru hingga perhiasan cantik.

    Foto contoh produk daur ulang dari botol kaca yang di ubah menjadi aksesoris


    Saraswati Paper
     - Daur ulang kertas

    Setiap lembar kertas buatan tangan dari Saraswati Paper dibuat menggunakan 100% kertas daur ulang yang sudah digunakan yang dikumpulkan dari sekolah, kantor, hotel, dan rumah di sekitar Bali. Diwarnai menggunakan pewarna alami yang diambil dari tanah, akar dan daun, dan bertekstur dengan penambahan serat tanaman berkelanjutan seperti bambu dan kelopak bunga.



    Foto contoh produk daur ulang dari kertas


    Kunang Jewelry
     - Daur ulang kaleng

    Terlahir dari kepedulian terhadap dampak manusia dan lingkungan dari tambang emas, Kunang Jewelry mengolah limbah logam sebagai bahan alternatif dalam industri sambil bekerja, mendidik, dan memberdayakan masyarakat setempat. Mereka menggunakan kaleng bekas, salah satunya yang berasal dari tutup botol kaleng sebagai material utama perhiasan yang diproduksi. Cantik sekali ya!


    Foto Contoh Produk daur ulang dari kaleng menjadi sebuah perhiasan yang di produksi diBali

    I-Rewood - Daur ulang kayu

    I-Rewood membuat peralatan rumah tangga kayu daur ulang dan dekorasi rumah. Bahan utama mereka berasal dari berbagai kayu yang sudah tidak digunakan atau dibuang.



    Foto contoh produk daur ulang dari Kayu yang di produksi oleh i-rewood diBali


    Indosole
    -  Daur ulang karet

    Alas kaki yang bergaya jarang berasal dari bahan daur ulang. Tapi lihat apa yang dibuat oleh Indosole! Bahan karet bekas ban kendaraan diubah menjadi sandal yang tahan banting.

    Foto Contoh Produk daur ulang dari karet menjadi sendal yang di buat oleh Indosole diBali


    Nah, itu dia beragam jenis dan usaha produk daur ulang yang berasal dari Bali. Yuk, dukung inisiatif seperti ini untuk memberikan dampak positif tidak hanya untuk lingkungan yang lebih lestari tapi juga demi perekonomian Bali yang merosot karena pandemi!

    Untuk pembelian produk Tri Upcycle, kamu bisa kunjungi shop page kami.

  • Perayaan Kemerdekaan Indonesia dengan Cara Eco-Friendly yang Berkelanjutan

    August 21, 2021
    Perayaan Kemerdekaan Indonesia dengan Cara Eco-Friendly yang Berkelanjutan image

    Dirgahayu Indonesia ke -76, Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh!

    Kamu bosan dengan perayaan hari kemerdekaan yang sama terus setiap tahunnya? Atau mungkin gak bisa ikutan lomba-lomba Agustusan seperti biasanya. Nah..dalam merayakan kemeriahan Indonesia, kami menyelenggarakan sebuah Lomba Tri Reels Contest yang mengangkat tema "Merdeka dari Sampah”. Selama pandemi ini, perayaan kemerdekaan Indonesia terhalang oleh jarak dan akses sehingga rasa kebersamaan kurang kita rasakan yang membuat kita sering sekali patah semangat dan mudah menyerah karena kondisi yang kurang kondusif.

    Maka dari itu, kami mengajak kalian untuk merayakan HUT RI bersama-sama untuk menunjukkan rasa kebersamaan dan berjuang melawan pandemi COVID19 dengan cara membuat video IG Reels tentang "Bagaimana kalian merayakan hari kemerdekaan Indonesia dengan bahan daur ulang". Ikuti perlombaannya dan menangkan hampers konsumen bijak dengan total hadiah 1.2 juta rupiah, yuk #MerdekaDariSampah! 

    Cara Ikutan:

    1. Registrasi di https://bit.ly/ReelsContest  

    2. Buat video Reels yang menunjukkan cara kamu #MerdekaDariSampah!

    3. Gunakan properti seperti baju bekas, kain perca, sampah plastik, botol bekas atau sampah lainnya dan kreasikan barang tersebut dengan cara meng-upcyclenya menjadi apapun!

    4. Menggunakan Audio "Hari Merdeka-Cokelat"

    5. Follow akun @triupcycle @boenkus @controlnew @goeco_id @yaginatural dan @bagifood, lalu unggah video Reels di Instagram dengan caption yang menceritakan alur dari video tersebut dan harapan kalian untuk Indonesia.

    6. Jangan lupa tambahkan hastag #MerdekaDariSampah dan #huTRI serta tag akun @triupcycle @boenkus @controlnew @goeco_id @yaginatural dan @bagifood

    7. Bagikan postingan tersebut dan ajak temanmu untuk turut serta. Postingan paling menarik akan mendapatkan Hampers Konsumen Bijak senilai total 1.2 juta rupiah untuk 3 pemenang!

    Hamper Konsumen BijakTimeline Reels Contest

    Jadi tunggu apa lagi, yuk persiapkan dirimu dan daftar sekarang juga, kami tunggu sampai 31 Agustus 2021! Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut di instagram @triupcycle!


  • Upcycle Baju Lama Kamu dengan Teknik Boro Sashiko

    August 4, 2021
    Upcycle Baju Lama Kamu dengan Teknik Boro Sashiko image

    Hello Tribe!!! Kalian sering bosen dengan tampilan baju lama kamu?

    Nah kali ini Trimin  akan membahas salah satu cara mendaur ulang baju bekas/baju yang sudah lama tidak terpakai agar terlihat makin cantik dan menjadi baru lagi dengan Teknik Boro Sashiko. Jadi simak baik-baik, ya!

    Teknik  Boro Sashiko 

    Pada zaman dahulu orang Jepang sangat sulit mendapatkan bahan baku untuk membuat baju baru, sehingga mereka lebih memilih untuk memperbaiki pakaian yang mereka punya dibandingkan untuk membuat/membeli pakaian baru. 

    Sehingga teknik “Boro Sashiko” hadir yang berarti teknik menjahit pola kecil yang berfungsi untuk memperkuat antara potongan kain perca atau pakaian koyak. 

    Yuk simak cara mendaur ulang baju kalian dengan teknik Boro Sashiko. Kalian bisa menyimak video ini untuk detail lengkapnya 

     




    Nah setelah melihat penjelasan teknik sashiko tersebut, apa kamu sudah siap untuk mencobanya dirumah? Jika kamu sudah mencobanya jangan lupa untuk share hasil kreasimu di sosial media kalian dan tag @triupcycle