Blog

  • Sustainable Community in Today’s World

    September 24, 2021

    Throw back to  23 July 2021,  we were invited to participate in BV C&E-Talk by Bukit Vista with the theme of “Sustainable Community in Today’s World”. Bukit Vista is a property management startup that provides hospitality services for villas, apartments and homestays in Bali and Yogyakarta. Accompanied by other professional speakers from the R.O.L.E. Foundation, Piet Van Zyl (Sustainability Advisor), Annisa Fauziah from Tri Upcycle, we share previous experiences and knowledge of sustainability and empower the audience to become more aware of environmental issues. 

    We are interested in participating in this event because we desire to inspire many people to follow our mission to encourage people, especially the young generation, to be aware of conscious consumerism and make a greener planet by planting more trees. Also, we realize that Bukit Vista and Tri Upcycle have similar target markets, which are entrepreneurs in the hospitality industry. It provides new opportunities to inspire every actor in the hospitality industry to implement sustainable hospitality, for example, donating their retired bed linens to Tri Upcycle. 

    During the session, we have discovered several different topics starting from organization funds to the impact of COVID19. Regarding the competition to get the funding to sustain the business, Anissa encourages people to see competition as an excellent way to push people to be innovative in creating unique products and ask the competitor to collaborate, which resulted in more powerful impacts. Piet also agrees that we don’t really need to fight if we have a similar goal because there are still many issues that we should tackle together. Every organization has a specific niche market to focus on. 

    Regarding the COVID19 issues, we face similar impacts with R.O.L.E. Foundation, which makes us unable to operate the business and distribute the social mission for all the beneficiaries. However, we both agree that COVID19 provided the environment to recover from several pollutants such as reducing travel carbon emissions, single-used plastics, and climate change. Additionally, it also provides us with the opportunity to step back and be innovative to survive this pandemic by pivoting several aspects. For example, Tri Upcycle changes the target market to the local young generation, and R.O.L.E. Foundation changes the support activities by making Jammu and recycles the paper waste. 

    Encouraging local people to be aware of environmental issues is not an easy job because Indonesians are still at a very low-eco-conscious level toward the environment. They still have another basic need to be fully filled. That’s why Annisa loves to encourage the local communities with a fun approach, such as creating the swap party and upcycling workshop. On the other hand, Piet has a different approach by directly showing how to save the environment in daily life to the local communities, such as composting organic waste. 

    BV C&E-Talk Participants

    We hope that participating in this B.V. &E-Talk Event by Bukit Vista can inspire more people to become conscious consumers and start making small changes that automatically create an impact. We hope that people are more aware of the environmental issues, especially in the fabric waste and hospitality industry. We believe that we still have a long journey to follow and create a better chance. Let’s work together to create a beautiful place to live that’s not only for us but also for our next generations because “If not us, then who?”






  • 6 Produk daur ulang dari berbagai Brand asal Bali

    September 3, 2021
    6 Produk daur ulang dari berbagai Brand asal Bali image

    Apa itu produk daur ulang

    Siapa yang tak kenal dengan Pulau Bali? Pulau yang sering dianggap sebagai surga kecil di Indonesia ini terkenal memiliki pemandangan dan budaya yang indah. Selain itu, Pulau Bali juga sering dianggap sebagai gudangnya para seniman yang kreatif.

    Daur ulang adalah proses menjadikan bahan sisa atau bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mengurangi limbah dam menjadi produk ramah lingkungan. Dengan melesatnya pertumbuhan berbagai macam industri yang seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen, berbanding lurus dengan tercemarnya lingkungan. Limbah dari sisa produksi ataupun barang bekas yang hanya digunakan beberapa kali oleh konsumen, memunculkan permasalahan baru, yaitu sampah yang menggunung dan mencemari berbagai aspek lingkungan seperti air, udara, tanah dan makhluk hidup.

    Riset dari Sustainable Waste Indonesia (SWI) mengungkapkan daur ulang sampah plastik di Indonesia masih tergolong kecil yaitu di bawah angka 10 persen. Daur ulang sampah hanya tiga persen.

    Maka dari itu, daur ulang dapat menjadi solusi yang tepat dalam mengatasi permasalahan limbah, terutama di Indonesia

    Manfaat produk daur ulang

    1. Pengurangan Limbah Tempat Pemrosesan Akhir

    Manfaat daur ulang yang paling jelas adalah berkurangnya limbah di tempat Pemrosesan akhir. Salah satu manfaat utama dari daur ulang, dari skala pribadi hingga perusahaan, adalah membantu mengurangi jumlah timbunan sampah yang menumpuk di pusat-pusat pelayanan sampah TPA.

    Akibatnya, resiko kebocoran gas alam, bahan kimia beracun, dan zat berbahaya lainnya ke ekosistem lokal berkurang. Memastikan bahwa lingkungan lokal tetap bersih dan aman bagi mereka yang tinggal di dekat tempat pembuangan limbah sangatlah penting.

    2. Membantu Konservasi Sumber Daya Alam

    Manfaat daur ulang, dalam skala nasional dan internasional, membantu meningkatkan kehidupan dan habitat masyarakat dan satwa liar. Yaitu dengan mengurangi jumlah kayu, air dan mineral yang digunakan dalam proses manufaktur.

    Hutan tidak ditebang untuk menyediakan kertas baru ketika kertas daur ulang digunakan sebagai gantinya, dan penanaman kembali pohon didorong di daerah yang sebelumnya menyediakan sumber kertas.

    3. Hemat Energi

    Manfaat daur ulang ternyata juga mengurangi penggunaan energi total di seluruh planet ini. Energi yang digunakan untuk membuat produk baru tidak diperlukan saat bahan daur ulang digunakan.

    Menggunakan bahan daur ulang dalam proses pembuatan berarti bahwa bahan mentah tidak diproses sejauh yang diperlukan sebelumnya, karena bahan daur ulang mungkin sudah dimurnikan ke tingkat yang sesuai untuk diproses lebih lanjut untuk membuat produk baru.

    4. Mengurangi Emisi Rumah Kaca

    Manfaat daur ulang juga berkontribusi dalam melawan perubahan iklim. Perubahan iklim menjadi perhatian para pemimpin di seluruh dunia, dan cara apa pun untuk mengurangi ketergantungan pada emisi gas rumah kaca akan sangat menentukan ekonomi dan ekologi planet ini di masa depan.

    Menggunakan bahan daur ulang pada tingkat industri untuk pembuatan dan pemrosesan membuat bahan murni tidak diperlukan, dan ketergantungan pada produksi bahan baru secara bertahap berkurang karena teknologi baru dan inovatif yang digunakan dalam proses daur ulang modern.

    Usaha produk ramah lingkungan yang ada di bali dan berbagai bahan yang digunakan

    Di Bali ada banyak sekali usaha yang berfokus pada teknik daur ulang limbah. Trimin akan membahas beberapa usaha yang menggunakan berbagai jenis bahan produk daur ulang seperti kain, plastik, kaca, kertas, kaleng, kayu, hingga karet. Yuk, simak nama-nama usaha di bawah ini!

    Tri Upcycle - Daur ulang kain

    Bicara soal daur ulang dari Bali, tentunya Tri Upcycle wajib disebut sebagau salah satu usaha sosial yang mendaur ulang limbah tekstil atau kain menjadi aksesoris fesyen dan homeware yang cantik dan kreatif. Tidak hanya itu, Tri Upcycle selalu menggaungkan kampanye konsumsi bijak dan bercita-cita menghijaukan Indonesia dengan cara menanam pohon untuk setiap penjualan produknya. Psst.. kamu juga bisa membuat produk custom sesuai dengan keinginanmu, lho!


    Foto Bandana Tri Upcycle Custom Peta Bali

    Dua Kala - Daur ulang plastik

    Usaha ini mendaur ulang plastik untuk menjadi produk dengan fungsi dan nilai lebih dari produk aslinya—dari limbah botol plastik bisa mereka buat menjadi card holder, tatakan, hingga bingkai kacamata dan anting-anting yang manis!



    Foto contoh produk seteleh hasil daur ulang dari plastik


    Love Life Studio
     - Daur ulang kaca

    Di Love LIfe Studio kamu bisa mendaur ulang berbagai jenis limbah kaca. Dengan berbagai alat seperti pemotong kaca, mesin sandblast dan amplas, botol wine yang sudah pecah bisa disulap menjadi gelas yang tampak baru hingga perhiasan cantik.

    Foto contoh produk daur ulang dari botol kaca yang di ubah menjadi aksesoris


    Saraswati Paper
     - Daur ulang kertas

    Setiap lembar kertas buatan tangan dari Saraswati Paper dibuat menggunakan 100% kertas daur ulang yang sudah digunakan yang dikumpulkan dari sekolah, kantor, hotel, dan rumah di sekitar Bali. Diwarnai menggunakan pewarna alami yang diambil dari tanah, akar dan daun, dan bertekstur dengan penambahan serat tanaman berkelanjutan seperti bambu dan kelopak bunga.



    Foto contoh produk daur ulang dari kertas


    Kunang Jewelry
     - Daur ulang kaleng

    Terlahir dari kepedulian terhadap dampak manusia dan lingkungan dari tambang emas, Kunang Jewelry mengolah limbah logam sebagai bahan alternatif dalam industri sambil bekerja, mendidik, dan memberdayakan masyarakat setempat. Mereka menggunakan kaleng bekas, salah satunya yang berasal dari tutup botol kaleng sebagai material utama perhiasan yang diproduksi. Cantik sekali ya!


    Foto Contoh Produk daur ulang dari kaleng menjadi sebuah perhiasan yang di produksi diBali

    I-Rewood - Daur ulang kayu

    I-Rewood membuat peralatan rumah tangga kayu daur ulang dan dekorasi rumah. Bahan utama mereka berasal dari berbagai kayu yang sudah tidak digunakan atau dibuang.



    Foto contoh produk daur ulang dari Kayu yang di produksi oleh i-rewood diBali


    Indosole
    -  Daur ulang karet

    Alas kaki yang bergaya jarang berasal dari bahan daur ulang. Tapi lihat apa yang dibuat oleh Indosole! Bahan karet bekas ban kendaraan diubah menjadi sandal yang tahan banting.

    Foto Contoh Produk daur ulang dari karet menjadi sendal yang di buat oleh Indosole diBali


    Nah, itu dia beragam jenis dan usaha produk daur ulang yang berasal dari Bali. Yuk, dukung inisiatif seperti ini untuk memberikan dampak positif tidak hanya untuk lingkungan yang lebih lestari tapi juga demi perekonomian Bali yang merosot karena pandemi!

    Untuk pembelian produk Tri Upcycle, kamu bisa kunjungi shop page kami.